Diduga Ada Oknum yang 'Bermain', Kejaksaan Ambil Langkah, Secara Resmi Hentikan Pendampingan

    Diduga Ada Oknum yang 'Bermain', Kejaksaan Ambil Langkah, Secara Resmi Hentikan Pendampingan

    KAMPAR - Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) Kejaksaan Negeri Kampar terpaksa harus memutuskan untuk tidak lagi melakukan pendampingan terhadap pembangunan Pukesmas dan Laboratorium di sejumlah wilayah di Kampar. Hal itu disebabkan karena ada persoalan yang terjadi dalam proses pengerjaan.

    Menurutnya, keterlibatan oknum yang "Bermain" juga membuat pihaknya mengambil langkah untuk tidak lagi melanjutkan proses pendampingan secara profesional.

    "Iya, kita tidak lagi melakukan pendampingan, hal itu disebabkan ada dugaan oknum yang "bermain". Dia bukan Instansi bukan juga Lembaga. Tapi Kita juga belum bisa menuduh, dugaanpun belum, sampai sekarang juga masih dalam tahap pembangunan, " ujar Kasi Datun Kejari Kampar, Gugi Dolansyah, Selasa (9/11).

    Selain itu, kata Dia, lambatnya proses pengerjaan yang dilakukan membuat pihaknya sepakat dengan keputusan tersebut.

    Segala pertimbangan juga dilakukan hingga memutuskan untuk tidak lagi melakukan pendampingan.

    "Jadi terkait hal itu, memang ada keterlambatan pengerjaan dalam satu Puskesmas di Kuntu. Nah hal itu juga sudah kita evaluasi. Kita juga sudah mengundang semuanya, termasuk PT, CV, Dinas terkait, semua kita kupas disana. Disanalah kita temukan prolem masalah itu, dari mana datangnya masalah dan siapa yang bikin masalah sebetulnya, " tutur Gugi

    Dari hasil pembahasan itu, Gugi menjelaskan bahwa pihaknya dapat menyimpulkan pendampingan terhadap tahun anggaran 2021 pada Dinkes Kampar dihentikan.

    Menurutnya, sikap yang diambil oleh pihaknya sangatlah tepat, sehingga apapun yang terjadi pada pembangunan ataupun lainnya bukannya dibawah pendampingan pihak Kejaksaan.

    Gugi juga mengakui pemutusan pendampingan juga sudah secara resmi dilakukan, bahkan pihaknya juga sudah bersurat kepada pihak yang bersangkutan.

    "Sudah secara resmi, tadi kita antar suratnya langsung, soalnya kemarin kita antar yang bersangkutan tidak ada ditempat, tadi Kadisnya ada makanya langsung kita antar, " kata Gugi.

    Gugi mengaku bahwa dirinya sudah bertemu dengan Kepala Dinas.

    Dia menyimpulkan bahwa problem itu bukan datang dari, PT, CV maupun Dinas.

    "Yang jelas setelah kita klarifiasi semua bahwa problem itu bukan datang dari PT, CV dan Dinas, ** ulasnya memungkasi.***

    KAMPAR RIAU
    Yudha Pratama

    Yudha Pratama

    Artikel Sebelumnya

    Hermayalis Dinyatakan Bebas, Kasus KDRT...

    Artikel Berikutnya

    Pernah Diperiksa Terkait Dugaan Tipikor...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 251

    Postingan Tahun ini: 1488

    Registered: May 24, 2021

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 248

    Postingan Tahun ini: 2061

    Registered: Jul 16, 2020

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 128

    Postingan Tahun ini: 585

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 126

    Postingan Tahun ini: 232

    Registered: Mar 9, 2022

    Profle

    Subhan Riyadi verified

    Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Seorang Pria Ditemukan di Kebun Karet Afdheling Begosari Bringin Semarang
    219 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1443 H
    Empat Warung dan Ruko Terbakar, Kapolres Tinjau Lokasi Kebakaran dan Serahkan Bantuan
    Rayakan Idulfitri Walikota Tangerang Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Dalam Tangani Pandemi Covid-19

    Follow Us

    Recommended Posts

    Djohar Arifin Minta Penguatan Perguruan Tinggi Sebelum Menuju ‘World Class University’
    Ahmad Muzani Pertanyakan Wabah PMK pada Sapi Terjadi Kembali di Indonesia
    Hentikan Kasus Harvey Malaiholo Soal Nonton Video Asusila, MKD DPR: Tak Ada Unsur Kesengajaan
    Andi Akmal Pasluddin: Masuk Musim Giling 2022, Andi Akmal Pasluddin Minta Tekan Impor Gula
    Said Abdullah Minta ‘Candu’ terhadap Dolar Amerika Dikurangi dalam Transaksi Internasional